Diliput oleh Jawa Pos Radar Kediri, Senin 7 September 2026
SMK Al Huda Kota Kediri kembali menorehkan capaian membanggakan. Sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Masjid Al Huda, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota ini dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kategori Paripurna oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota KH Qowimuddin pada 10 Juli lalu, bertempat di GOR Jayabaya.
Menurut Plt Kepala SMK Al Huda Kota Kediri, Arief Setyawan, capaian ini merupakan buah dari komitmen sekolah untuk tidak berhenti pada urusan akademik semata. Selama ini, layanan Bimbingan Konseling (BK) diberi porsi khusus untuk mendampingi siswa menghadapi berbagai persoalan pribadi maupun sosial, mulai dari pergaulan, tekanan sosial, hingga proses menentukan arah masa depan mereka.
Persiapan menuju penghargaan ini sudah dijalankan sejak kurang lebih setahun terakhir. Materi seputar kependudukan disisipkan langsung ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, termasuk edukasi tentang bahaya perundungan, narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas. Para guru juga didorong untuk lebih aktif membuka ruang diskusi dengan siswa, baik di sela jam pelajaran maupun saat praktikum, agar siswa merasa nyaman untuk bercerita dan tidak segan meminta pendampingan.
Pendekatan personal turut menjadi kunci. Guru-guru di sekolah ini dibiasakan untuk mengenal siswanya secara lebih dekat, bahkan di luar jam sekolah sekalipun, sehingga komunikasi yang terbangun terasa lebih hangat dan tidak berjarak.
Bagi Arief, predikat SSK Paripurna bukan sekadar capaian administratif di atas kertas. Ia berharap penghargaan ini dapat mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih sehat, membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, mampu mengambil keputusan dengan baik, serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperkuat program ini sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Selain aspek kependudukan dan karakter sosial, SMK Al Huda Kota Kediri juga menaruh perhatian besar pada penguatan nilai keagamaan siswa. Salat Duha dan Duhur berjamaah dijadikan program wajib bagi seluruh peserta didik, lengkap dengan pembiasaan wudu, bacaan salat, dan doa yang kini sudah berjalan istikamah.
Menurut Arief, kebiasaan ini membawa dampak nyata pada keseharian siswa: kedisiplinan meningkat, siswa menjadi lebih santun dan beradab, serta tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Perundungan pun lebih mudah dicegah karena hubungan antarwarga sekolah, termasuk antara guru dan siswa, terjalin selayaknya pertemanan yang saling mendukung.
Semangat penguatan nilai religius ini turut diperkuat lewat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada 31 Agustus lalu, diikuti oleh tenaga pendidik bersama siswa kelas X dan XI. Melalui momentum tersebut, sekolah berharap peserta didik dapat semakin meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam bentuk kedisiplinan, kejujuran, toleransi, ukhuwah, dan tanggung jawab pada kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, semangat inovasi siswa SMK Al Huda juga tampak lewat ekstrakurikuler computer numerical control (CNC). Melalui bimbingan guru produktif Teknik Pemesinan, siswa lintas jurusan diajak belajar mengubah desain digital menjadi produk nyata — mulai dari suvenir, plakat, hingga karya yang lebih menantang seperti mesin espresso hasil rakitan sendiri yang diberi nama “otopresso”.
Uniknya, mesin ini memanfaatkan komponen otomotif bekas, seperti blok silinder sepeda motor, yang dimodifikasi dengan desain sendiri oleh siswa. Karya ini menjadi bukti bahwa keterampilan teknis siswa SMK Al Huda tidak hanya berhenti pada materi standar kurikulum, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang orisinal.
Dirangkum dari liputan Jawa Pos Radar Kediri, edisi Senin, 7 September 2026, halaman 20.
Tinggalkan Komentar